Riwayat angka 0 (nol) oleh Al – Khawarizmi
Al-Khawarizmi yang nama lengkap
Abu Abdulloh Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi adalah seorang matematikawan
muslim yang sering dikaitkan denga tempat kelahirannya, Khawarizmi.
Penulis sejarah matematika
kenamaan, George Sarton mengungkapkan bahwa Al – Khawarizmi adalah seorang ilmuan
muslim terbesar dan terbaik pada masanya.
Di Barat, terutama di Eropa
Al-Khawarizmi lebih dikenal dengan nama Algoarismi atau Algoarism.
Riwayat angka nol awalnya:
Ketika “algebra”
sedang diterjemahkan, John dari Seville membuat sebuah versi bahasa
Latin terkenal yang merupakan
penyesuaian dari karya-karyanya sendiri atau karya beberapa penulis muslim,
yang telah hilang dalam versi bahasa Arab kecuali “Kitab Hisab al-Adab al-Hindi. Karya John itu berjudul “ Liber
Alghoarisme de Practica arismetrice”.
Mengenai
angka-angka dan bilangan-bilangan arab yang terkenal pada abad ke 3 H atau ke-
9 H, sarjana-sarjana abad pertengahan menemukan berbagai macam etimologi dan legenda-legenda. Misalnya Gasper Tejada,
menegaskan bahawa “ Nol itu bukanlah sebuah tanda melainkan suatu ruang
kosong”. Ini merupakan ide yang didapat jauh lebih awal dalam “Mafatih al-Ulum”
atau “Keys of the science”.
Angka nol atau kosong dalam bahasa arab disebut sifr. Dengan angka ini kita dapat menghitung , pada abad ke-10 M orang-orang menggunakan raqam al-binji penemu Al – Khawarizmi. Orang islam membawa angka ini bersama dengan angka nol, yang baru menggunakannya setelah kira kira 250 tahun dipakai orang islam sendiri .
Sebuah
karangan Al – Khawarizmi yang dianggap penting juga disalin kedalam bahasa
Latin oleh Prince Boncompagni dengan judul
“Trattati d’ Arithmetica”. Buku tersebut membahas beberapa soal hitungaan,
asal usul angka dan sejarah angka.
Bentuk
aktual angka-angka yang kurang penting untuk operasi-operasi digambarkan dalam
“Liber Alghoarismi” namun operasi-operasi tersebut dilakukan dengan cara 9 atau
10 simbol-simbol yang secara tidak langsung menyatakan suatu pengetahuan
tentang aturan-aturan yang diuraikan secara terperinci oleh Khawarizmi. Di
Spanyol cara ini telah dikenal sekitar abad ke 10 M yang membuktikan adanya suatu cara penulisan
bilangan dengan sistem posisional dengan dasar 10. Dalam hal bentuk angka-angka
yang digunakan pada waktu itu, sementara masih dilacak.
Sekian
....
Semoga
bermanfaat..........
Sumber:
Profil ilmuan muslim perintis ilmu pengetahuan modern oleh M. ishom El-Saha, MA
dan Saiful hadi El-Sutha, SAg
0 komentar:
Posting Komentar