Jumat, 17 Januari 2014

Riwayat angka 0 (nol) oleh Al – Khawarizmi


 Riwayat angka 0 (nol) oleh Al – Khawarizmi


Al-Khawarizmi yang nama lengkap Abu Abdulloh Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi adalah seorang matematikawan muslim yang sering dikaitkan denga tempat kelahirannya, Khawarizmi.
Penulis sejarah matematika kenamaan, George Sarton mengungkapkan bahwa Al – Khawarizmi adalah seorang  ilmuan  muslim terbesar dan terbaik pada masanya.
Di Barat, terutama di Eropa Al-Khawarizmi lebih dikenal dengan nama Algoarismi atau Algoarism.
Riwayat angka nol awalnya:
Ketika  “algebra”  sedang diterjemahkan, John dari Seville membuat sebuah versi bahasa Latin terkenal  yang merupakan penyesuaian dari karya-karyanya sendiri atau karya beberapa penulis muslim, yang telah hilang dalam versi bahasa Arab kecuali “Kitab Hisab al-Adab  al-Hindi. Karya John itu berjudul “ Liber Alghoarisme de Practica arismetrice”.
Mengenai angka-angka dan bilangan-bilangan arab yang terkenal pada abad ke 3 H atau ke- 9 H, sarjana-sarjana abad pertengahan menemukan berbagai macam etimologi  dan legenda-legenda. Misalnya Gasper Tejada, menegaskan bahawa “ Nol itu bukanlah sebuah tanda melainkan suatu ruang kosong”. Ini merupakan ide yang didapat jauh lebih awal dalam “Mafatih al-Ulum” atau “Keys of the science”.
 
Angka nol atau kosong dalam bahasa arab disebut sifr. Dengan angka ini kita dapat menghitung , pada abad ke-10 M orang-orang menggunakan raqam al-binji penemu Al – Khawarizmi. Orang islam membawa angka ini bersama dengan angka nol, yang baru menggunakannya setelah kira kira 250 tahun dipakai orang islam sendiri .
Sebuah karangan Al – Khawarizmi yang dianggap penting juga disalin kedalam bahasa Latin oleh Prince Boncompagni dengan judul  “Trattati d’ Arithmetica”. Buku tersebut membahas beberapa soal hitungaan, asal usul angka  dan sejarah angka.

Bentuk aktual angka-angka yang kurang penting untuk operasi-operasi digambarkan dalam “Liber Alghoarismi” namun operasi-operasi tersebut dilakukan dengan cara 9 atau 10 simbol-simbol yang secara tidak langsung menyatakan suatu pengetahuan tentang aturan-aturan yang diuraikan secara terperinci oleh Khawarizmi. Di Spanyol cara ini telah dikenal sekitar abad ke 10 M yang  membuktikan adanya suatu cara penulisan bilangan dengan sistem posisional dengan dasar 10. Dalam hal bentuk angka-angka yang digunakan pada waktu itu, sementara masih dilacak.
Sekian ....
Semoga bermanfaat..........
Sumber: Profil ilmuan muslim perintis ilmu pengetahuan modern oleh M. ishom El-Saha, MA dan Saiful hadi El-Sutha, SAg



0 komentar:

Posting Komentar