Ilmuan Muslim dalam bidang Astronomi (Ibnu
Irak)
Salah
satu ilmuan muslim dalam bidang astronomi adalah Ibnu Irak, nama lengkapnya Abu
Nasr Mansur bin Ali Ibnu Irak. Ibnu Irak adalah murid dari Abu wafa’
Al-Bazjani. Abu Nasr Mansur bin Ali Ibnu Irak dikenal sebagai seorang astronom
dan ahli Matematika yang terkemuka pada sekitar tahun 1000 M. Ia berasal dari
keluarga Ibnu Irak yang memerintah Al-Khwarazm sebelum terjadinya penaklukan
oleh Mahmud dari Ghazna. Riwayat hidupnya ini tertulis dalam bukunya “Al-Amir”
dan “ Mawla Amir al Mu’minin”.
Ibnu
Irak dikenal karena hasil revisinya terhadap bahasa arab dari karya “Spherics”
(di edit dan diterjemahkan oleh Kranse 1936 M) yang naskah aslinya telah
hilang. Ada kurang lebih 15 buah naskahnya tentang matematika dan astronomi
yang telah diterbitkan pada tahun 1948 M. Isinya menyangkut pembahasan berbagai
macam persoalan yang terdapat dalam “Zidies” (Set of Astronomical Tables),
penyelesaian-penyelesaian terhadap kesukaran-kesukaran yang terdapat dalam karya
Euclid, “Elements”, buku XIII dan dalam buku “ Jadwal ad-Dakaik” mengenai
fungsi-fungsi trigonometri khusus.
Dalam
karya Al-Biruni, “Treatics on Chords”, dia disebut sebagai penemu beberapa
bukti-bukti matematika, sedang dalam “Cronology of Ancient Nations” Ibnu Irak
di puji karena metode penemuannya untuk menemukan apogeee (titik terjauh dari
bumi dalam peredaran suatu satelit) matahari, dari tiga titik yang selalu
berubah-ubah pada ekliptika (orbit dimana matahari kelihatan bergerak). Nasir
ad-Din juga memuji beberapa karyanya yang menguraikan tentang trigonometri.
Semoga
bermanfaat...
see
you...
Sumber: Profil ilmuan muslim
perintis ilmu pengetahuan modern oleh M. ishom El-Saha, MA dan Saiful hadi
El-Sutha, SAg
0 komentar:
Posting Komentar