Sabtu, 18 Januari 2014

ibnu irak



Ilmuan Muslim dalam bidang Astronomi (Ibnu Irak)
Salah satu ilmuan muslim dalam bidang astronomi adalah Ibnu Irak, nama lengkapnya Abu Nasr Mansur bin Ali Ibnu Irak. Ibnu Irak adalah murid dari Abu wafa’ Al-Bazjani. Abu Nasr Mansur bin Ali Ibnu Irak dikenal sebagai seorang astronom dan ahli Matematika yang terkemuka pada sekitar tahun 1000 M. Ia berasal dari keluarga Ibnu Irak yang memerintah Al-Khwarazm sebelum terjadinya penaklukan oleh Mahmud dari Ghazna. Riwayat hidupnya ini tertulis dalam bukunya “Al-Amir” dan “ Mawla Amir al Mu’minin”. 
        Ibnu Irak dikenal karena hasil revisinya terhadap bahasa arab dari karya “Spherics” (di edit dan diterjemahkan oleh Kranse 1936 M) yang naskah aslinya telah hilang. Ada kurang lebih 15 buah naskahnya tentang matematika dan astronomi yang telah diterbitkan pada tahun 1948 M. Isinya menyangkut pembahasan berbagai macam persoalan yang terdapat dalam “Zidies” (Set of Astronomical Tables), penyelesaian-penyelesaian terhadap kesukaran-kesukaran yang terdapat dalam karya Euclid, “Elements”, buku XIII dan dalam buku “ Jadwal ad-Dakaik” mengenai fungsi-fungsi trigonometri khusus.
        Dalam karya Al-Biruni, “Treatics on Chords”, dia disebut sebagai penemu beberapa bukti-bukti matematika, sedang dalam “Cronology of Ancient Nations” Ibnu Irak di puji karena metode penemuannya untuk menemukan apogeee (titik terjauh dari bumi dalam peredaran suatu satelit) matahari, dari tiga titik yang selalu berubah-ubah pada ekliptika (orbit dimana matahari kelihatan bergerak). Nasir ad-Din juga memuji beberapa karyanya yang menguraikan tentang trigonometri.
Semoga bermanfaat...
see you...
Sumber: Profil ilmuan muslim perintis ilmu pengetahuan modern oleh M. ishom El-Saha, MA dan Saiful hadi El-Sutha, SAg


0 komentar:

Posting Komentar