Tabel
Astronomi karya Al – Khawarizmi
Sebagai
seorang praktisi astronomi, Al – Khawarizmi dikenal sebagai salah satu tokoh
pendiri bidang “Astrolabe” dan telah menyusun kurang lebih seratus tabel
tentang bintang. Salah satu karyanya yang berjudul “ Zij al-Shindhind”
merupakan karya terpenting hingga saat ini. Buku tersebut merupakan sebuah
tabel astronomis yang telah diterjemahkan oleh Adelard dari Bath ke dalam
bahasa Latin dan juga diterjemahkan oleh
B. R Goldstein.
Sebuah
analisa terhadap “Tables” Al – Khawarizmi mengungkapkan sumber-sumber yang digunakan serta ketidakteraturan sifat
subjeknya. Teori menyangkut bulan misalnya, berasal dari sebuah sumber antara
(intermediate source) yang tidak ada kaitannya dengan “Almagest”. Metode-metode
yang digunakan untuk menentukan garis bujur sebuah planet secara tepat, berasal
dari “Surya Shidanta” dan “Janda Jadyaka”. Nilai-nilai gerakkan berasal dari
Brahmagupta. Dan dalam manuskrip “Corpus Christi College” yang berasal dari
Adelard, terdapat sebuah gambaran mengenai gerak acak yang dijelaskan oleh
Azarqui.
Sebuah
sumber yang sama dapat dikenal dalam persamaan-persamaan yang menyangkut
matahari dan dalam tabel-tabel sinus dengan R=150 yang kemudian diganti, dalam
penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh Maslama, dengan persamaan-persamaan
lain dengan basis R=60, sebuah bilangan asli
Yunani. Disisi lain metode-metode yang digunakan untuk menentukan
gerakan maju mundurnya sebuah planet, langsung atau tidak berasal dari buku
pegangan “Tables” karya Theo. Unsur-unsur lain yang diberikan di dalamnya,
dalam Tables Al-Khawarizmi berasal dari “zij Ma’munj” dan Zijasy-Syah”.
Sedangkan dalam penentuan parallax, algorisme ulang (the repetitive algorism)
diperoleh dari “Janda Jadyaka” dan ini membawa suatu parallelisme tertentu
dengan metode yang digunakan oleh Keppler untuk menetapkan eksentrik.
Wahh...
hebat ya ternyata orang islamlah yang pertama kali mempelopori ilmu modern
zaman sekarang...
Semoga
bermanfaat... see you...
Sumber: Profil ilmuan muslim
perintis ilmu pengetahuan modern oleh M. ishom El-Saha, MA dan Saiful hadi
El-Sutha, SAg
